- Kesehatan

Kista Bartholin: Pengertian serta Penanganannya

Tahukah Anda apa itu kista bartholin?

Pengertian kista bartholin seperti yang dilansir dari Hellosehat adalah pembengkakan atau sebuah tonjolan pada satu maupun kedua sisi vagina. Kista dapat terjadi ketika kelenjar bartholin tersumbat. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena kista bartholin yang tidak mengalami infeksi biasanya akan hilang dengan sendirinya bahkan tanpa melakukan pengobatan sekalipun.

Dikutip dari Alodokter, kista bartholin terbentuk saat terjadinya penyumbatan di saluran kelenjar bartholin. Kista jenis ini biasanya berukuran kecil dan tidak menyebabkan rasa sakit, tetapi bisa juga sebaliknya.

Walau begitu, Anda perlu tahu jika semua wanita di jenjang usia berapa saja bisa memiliki peluang menderita penyakit kista bartholin ini. Akan tetapi, wanita yang memiliki usia di antara 20-29 tahun mempunyai risiko yang lebih tinggi.

Anda bisa menurunkan risiko menderita penyakit ini dengan cara mengurangi faktor risiko. Jadi sebaiknya selalu melakukan konsultasi dengan dokter agar Anda bisa mengetahui informasi lebih lanjut.

Lalu, apa saja faktor-faktor risiko yang harus dihindari? Berikut ulasannya;

Pada umumnya ada banyak macam yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kista ini, seperti:

  • Seorang wanita yang memiliki riwayat penyakit diabetes.
  • Wanita yang tengah hamil.
  • Wanita yang mengidap infeksi menular seksual atau sering melakukan kegiatan seks yang tidak aman.

Penanganan yang dapat dilakukan untuk kista bartholin.

Sementara untuk Anda yang menderita kista ini, ada beberapa pilihan pengobatan yang bisa menjadi pilihan. Namun, Anda harus memahami jika pengobatan sendiri tergantung pada kondisi kista yang Anda derita karena kista bartholin dapat ditangani dengan cara yang berbeda-beda.

Kista yang masih berukuran kecil serta tidak menyebabkan gejala apa pun bisa hilang dengan sendirinya, sedangkan untuk gejala berat misalkan ukurannya membesar, timbul rasa nyeri atau bahkan terjadi infeksi, dokter kemungkinan akan melakukan pemeriksaan secara rutin untuk memantau perkembangan kista. Selain itu, dokter biasanya akan menyarankan agar Anda melakukan pemeriksaan rutin apabila kista tidak kunjung hilang atau terdapat gejala lain yang membuat kondisi Anda semakin memburuk.

Kista yang telah terinfeksi bisa diatasi dengan cara rajin mandi dengan menggunakan air hangat atau sekadar berendam dengan menggunakan air hangat. Duduk berendam menggunakan air hangat yang setinggi panggul bisa menjadi pilihan untuk kasus kista yang terinfeksi, tetapi masih tergolong dengan ukuran kecil. Anda dapat melakukan beberapa kali dalam sehari yang dilakukan secara rutin selama empat hari hingga kista akan pecah serta cairan keluar. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan handuk hangat untuk mengompres bagian area di mana kista terletak.

Rutin mengonsumsi antibiotik. Penggunaan antibiotik dapat membantu menghilangkan infeksi penyebab timbulnya abses untuk kista yang terinfeksi, serta kasus di mana penderita terinfeksi karena tertular saat melakukan hubungan seksual. 

Selain antibiotik, obat pereda nyeri juga bisa menjadi pilihan. Seperti parasetamol dan ibuprofen. Namun, jangan lupa untuk memperhatikan keterangan serta dosis penggunaan.

Apabila langkah-langkah tersebut tidak berhasil, maka dokter akan melakukan pengangkatan kista. Di mana, untuk menjalani prosedur tersebut, kista akan dipotong sedikit dan bagian tepiannya akan dijahit. Cara ini bisa saja memungkinkan cairan dalam kista akan keluar.

Selain cara di atas, Anda juga bisa melakukan pengobatan di rumah. Anda bisa memulai dengan cara melakukan perubahan gaya hidup atau menggunakan pengobatan rumahan yang bisa dilakukan dan dipercaya dapat mengatasi kista bartholin. 

Nah, itulah pembahasan mengenai pengertian kista bartholin serta penanganan apa saja yang dapat dilakukan untuk mengobati kista jenis ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *